Sejarah Pengobatan Habbatussauda Yang Dianjurkan Agama Islam

Sejarah Pengobatan Habbatussauda Yang Dianjurkan Agama Islam

Bahan Habbaza News

Sejarah Pengobatan Habbatussauda Yang Dianjurkan Agama Islam » Habbatussauda sebagai pengobatan Sunnah yang di anjurkan bagi Umat Islam. Sejarah Pengobatan Habbatussauda Yang Dianjurkan Agama Islam

Bagi Umat Islam mungkin sudah tidak asing lagi dengan Habbatussauda atau Jintan Hitam sebagai media pengobatan alami, dimana terdapat hadits sahih mengenai manfaat habbatussauda sebagai obat alami yang dapat mengobati segala macam penyakit.

Dari Khalid bin Sa’ad dia berkata; Kami pernah bepergian yang di antaranya terdapat Ghalib bin Abjar, di tengah jalan ia jatuh sakit, ketika sampai di Madinah ia masih menderita sakit, lalu Ibnu Abu ‘Atiq menjenguknya dan berkata kepada kami; “Hendaknya kalian memberinya habbatus sauda’ (jintan hitam), ambillah lima atau tujuh biji, lalu tumbuklah hingga halus, setelah itu teteskanlah di hidungnya di sertai dengan tetesan minyak sebelah sini dan sebelah sini, karena sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya habbatus sauda’ ini adalah obat dari segala macam penyakit kecuali as-saam.” Aku bertanya; “Apakah as-saam itu?” beliau menjawab: “Kematian.” (Hadits no. 5687)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dan Sa’id bin Musayyib bahwa Abu Hurairah telah mengabarkan kepada keduanya, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dalam habbatus sauda’ (jintan hitam) terdapat obat dari segala penyakit kecuali kematian.” Ibnu Syihab berkata; “Maksud dari kematian adalah maut sedangkan habbatus sauda’ adalah pohon syuniz.” (Hadits no. 5688)

Perlunya Pakar Ahli Kedokteran Atau Tabib

Namun Perlu diketahui bukan berarti Anda bisa semudahnya meracik sendiri habbatussauda dan menganggap tidak membutuhkan bantuan dokter atau tabib yang ahli dalam peracikan obat. Sebagaimana penjelasan dalam hadits berikut.

“Dari Sahabat Sa’ad mengisahkan, pada suatu hari aku menderita sakit, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku, beliau meletakkan tangannya di antara kedua putingku, sampai-sampai jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya engkau menderita penyakit jantung, temuilah Al-Harits bin Kalidah dari Bani Tsaqif, karena sesungguhnya ia adalah seorang tabib. Dan hendaknya dia [Al-Harits bin Kalidah] mengambil tujuh buah kurma ajwah, kemudian ditumbuh beserta biji-bijinya, kemudian meminumkanmu dengannya.” HR. Abu Dawud no.2072

Dari hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu ramuan obat yang sebaiknya diminum, akan tetapi beliau tidak meraciknya sendiri tetapi meminta sahabat Sa’ad radhiallahu ‘anhu agar membawanya ke Al-Harits bin Kalidah sebagai seorang tabib.

Sabda Nabi memang tidak diragukan lagi kebenarannya, namun Kita juga perlu tafsir dan juga hadits pendukung lainnya (Tidak Sepotong-sepotong), agar tidak secara buta memaknainya.

Kesimpulan: Dari deretan hadits diatas menunjukan jintan hitam atau habbatusauda bisa dijadikan obat untuk mengobati berbagai macam penyakit, Namun perlu diketahui bahwasannya kita juga memerlukan tenaga medis seperti Tabib atau Dokter dijaman sekarang yang ahli dalam mendiagnosa penyakit agar tepat memberikan dosis obat dan memberikan arahan pantangan juga anjuran makanan yang tepat untuk penyakit yang di deritanya.

Baca Juga Produk Habbatusauda Dengan Izin BPOM : Walatra Habbaza Softgel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *